06 Juli 2010

PATROLI UNIFIL DIHADANG WARGA SIPIL

    Juru bicara UNIFIL, Letnan Kolonel Naresh Bhatt, pada hari Sabtu, tanggal 3 Juli 2010 menyatakan bahwa sekitar pukul 10.00 LT sebuah patroli UNIFIL yang terdiri dari satu kendaraan angkut personel lapis baja (APC) dan satu kendaraan lapis baja ringan  telah dihadang oleh beberapa warga sipil Lebanon sekitar 500 meter disebelah utara desa Qabrika (FranBatt AOR) Lebanon Selatan. 

      Warga sipil Lebanon menghujani kendaraan patroli UNIFIL dengan batu disertai dengan ucapan-ucapan dalam bahasa arab kepada anggota patroli. Karena pelemparan batu terus berlanjut, patrol memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut namun dalam pengunduran, patroli menabrak sebuah sepeda motor yang sengaja diparkir untuk menutupi jalan patroli UNIFIL. 

    Setelah bergerak beberapa jauh, sekumpulan warga sekitar 50 orang mengelilingi kendaraan patroli, mereka menggembosi ban-ban kendaraan patroli, melempar batu untuk menghancurkan kaca-kaca kendaraan patroli serta membawa lari antenna radio komunikasi yang berada dikendaraan patroli. Disamping itu para  warga sipil Lebanon mencoba untuk merampas sencata yang menempel diatas kendaraan patroli namun para prajurit pemeliharaan perdamaiaan berhasil mencegahnya dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. 

    Saat itu pimpinan patroli yang keluar dari kendaraan guna mencoba bernegosiasi dengan para warga sipil dihajar oleh beberapa orang dalam kerumunan dan senjatanya berhasil direbut orah para warga sipil. Prajurit tersebut mengalami luka ringan dikeningnya dan diamankan oleh beberapa warga ke sebuah rumah terdekat. Bala bantuan dari pasukan UNIFIL dan LAF (Lebanese Armed Forces) segera merespon dan menuju ke lokasi kejadian. LAF berhasil merebut kembali senjata milik personel UNIFL dan menenangkan situasi wilayah tersebut. 

     UNIFIL Force Commander Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas berkata, “Otoritas Lebanon berkewajiban menjamin keamanan dan kebebasan bergerak bagi UNIFIL didalam daerah operasinya. Dewan Keamanan PBB telah meminta seluruh kelompok untuk mentaati dengan sungguh-sungguh semua kewajiban mereka untuk menghormati keselamatan personel UNIFIL dan menjamin bahwa UNIFIL diberi kebebasan penuh untuk bergerak didalam daerah operasinya." 

       Selama insiden berlangsung, Force Commander terus menerus memelihara kontak telepon dengan Perwira Tinggi LAF yang bertanggung jawab didaerah Selatan Sungai Litany juga dengan Intelijen  LAF dalam rangka mengendalikan situasi dan meredakan ketegangan, ungkap Letkol Bhatt.

05 Juli 2010

INDONESIA MEMUKAU PARA PRAJURIT MULTI NASIONAL

            Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) adalah sebuah organisasi yang beranggotakan personel-personel dari berbagai macam negara serta etnis yang beraneka ragam dan memiliki kebudayaan  yang tidak terhingga banyaknya untuk diceritakan guna berbagi pengalaman sesama personel anggota PBB. Demikian juga markas Sektor Timur UNIFIL di Marjayoun Lebanon Selatan yang sebagian besar anggotanya berkebangsaan Spanyol memiliki beberapa staf yang berasal dari beberapa negara diluar Spanyol seperti Indonesia, India, Malaysia, Nepal, dan El Salvador. Tentunya negara-negara tersebut memiliki sejarah bangsa serta kaya dengan budaya bangsanya. Kondisi seperti ini merupakan suatu kesempatan yang sangat baik untuk mempelajari beraneka ragam budaya dari negara-negara tersebut. Oleh karena itu Komandan Sektor Timur UNIFIL mengeluarkan gagasan untuk menyelenggarakan suatu kegiatan yang diberi nama "National Presentation" guna memberikan informasi kepada seluruh anggota Markas Sektor Timur UNIFIL tentang satu negara kepada negara lainnya sehingga dengan demikian akan meningkatan pengetahuan serta rasa saling menghormati juga saling menghargai guna membangun kebersamaan sesama anggota Sektor Timur UNIFIL.

            Pada hari Sabtu tanggal 3 Juli 2010 bertempat di gedung auditorium Markas Sektor Timur UNIFIL, personel Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memaparkan berbagai informasi tentang Indonesia diawali sambutan oleh Kolonel Inf Surawahadi, Wakil Komandan Sektor Timur UNIFIL selaku perwira tertua dari Indonesia, dilanjutkan dengan penjelasan sekilas tentang sejarah bangsa Indonesia sejak jaman perjuangan masa pendudukan Belanda hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, selanjutnya penjelasan tentang posisi geografis, kondisi demografis serta  budaya Indonesia dan pada kesempatan ini juga sekaligus digunakan sebagai ajang promosi wisata dengan menginformasikan tentang tempat-tempat tujuan wisata serta atraksi-atraksi wisata di tanah air. Tidak ketinggalan juga para personel staf  Indonesia menjelaskan tentang prestasi-prestasi anak-anak bangsa dibidang olah raga baik dalam kancah internasional maupun tingkat regional dan yang paling terakhir dipertontonkan kepada seluruh personel staf multi nasional tentang profil Tentara Nasional Indonesia yang profesional, tangguh dan dicintai rakyatnya.

            Paparan yang disampaikan oleh Mayor Czi Darody Agus mewakili para personel staf dari Indonesia sekaligus mewakili seluruh prajurit Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan sangat menarik perhatian para undangan yang menghadiri acara tersebut, hal tersebut terlihat dari antusiasme mereka mengikuti acara tersebut mulai dari awal hingga akhir acara terlebih lagi dengan disisipkan pemberian souvenir kepada beberapa hadirin yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Indonesia yang telah dipaparkan oleh pemapar. Pada sesi terakhir, hadirin dihibur dengan penampilan kesenian Rampak Gendang yang dimainkan oleh para prajurit Indonesia Battalion yang tentunya menambah kekaguman mereka kepada bangsa Indonesia yang kaya akan budaya.

            Selesai acara, Komandan Sektor Timur UNIFIL memberikan kenang-kenangan berupa plakat kepada para prajurit Indonesia yang diterima secara simbolis oleh Kolonel Inf Surawahadi juga memberikan bingkisan kepada para pemain rampak gendang dari Indobatt dilanjutkan dengan ucapan terima kasih yang tak terhingga dengan penampilan seluruh prajurit Indonesia karena apa yang ditampilkan melebihi harapan sang jenderal. Beliau (Komandan Sektor) mengajak semua hadirin untuk berdiri serta meneriakan yel-yel "Viva Indonesia - Viva Indonesia" sambil mengangkat tangan. Demikian juga para staf dari negara lainnya memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas penampilan Indonesia pada sesi paparan perdana "National Presentation"  terucap secara spontan dari mulut beberapa staf seperti ini, ".....sir it is not very good but very very very good, excellent sir...". Hal tersebut merupakan balasan yang cukup setimpal bagi para prajurit Indonesia atas kerja keras serta kesungguhan dalam mengemban tugas di daerah Operasi UNIFIL.

Jaya selalu Indonesia dimanapun engkau berada.....GARUDA...!!!




SOLDIER WORDS


S O L D I E R    W O R D S


I am a soldier not afraid to die

Three stars on my shoulder are 

Better than the billion in the sky

Shall I die in combat zone

Box me up and send me home

Put all medals on my chest

And tell my mom I did my best

For glory lights the soldier's tomb

And beauty weeps the brave

Tell all the pretty girls not to cry

For soldier I was and soldier I die